Kenapa saya jarang banget update status ataupun komentar di postingan orang?
Meskipun saya bekerja di bagian sosial media, bukan berarti saya justru aktif di sosial media. Bahkan terakhir kali posting di IG H-1 Lebaran kemarin.hehe
Banyak tipe orang di sosial media sudah pernah saya hadapi saat bekerja. Dari yang nyinyir tanpa dasar, padahal ketemu langsung juga kagak pernah. Sampe yang berterimakasih akan hadirnya DT Peduli
Apalagi semenjak ramai-ramainya politik, sosial media sudah tidak ada lagi filter. Orang-orang sudah tidak ada lagi sopan santun dalam bersosial media. Tidak ada lagi yang menahan diri apakah itu sebaiknya dikomentari atau tidak. Apakah bahasa komentar kita menyakiti atau tidak. Hantam aja
Untuk itulah, saya sangat jarang posting di sosial media. Semua ini topeng. Ada yg posting foto di depan mobil dengan gaya seolah-olah itu mobil dia, padahal mah cuma nemu di parkiran. Ada yang posting berlibur di lokasi tertentu biar kekinian.
Memang niat itu hanya Allah yang paham, namun silahkan ditanyakan ke dalam hati kita masing-masing, pingin dapat like yang banyak kan? Untuk like yang banyak harus kekinian dong, harus modal dikit dong. Di situlah kita mulai memakai topeng di Sosmed
Untuk foto keluarga dan foto anak, hmm.. memang sekarang saya membatasi. Cukup kami yang menjalani moment ini, kami juga punya privasi. Sekarang cukup banyak lho pencurian identitas, dan juga cukup banyak lho kejahatan yang bermula dari info di sosial media.
Bijaklah dalam bersosial media. Saya aja jarang update di sosmed, padahal saya "digaji" buat ngelola sosmed.
Meskipun saya bekerja di bagian sosial media, bukan berarti saya justru aktif di sosial media. Bahkan terakhir kali posting di IG H-1 Lebaran kemarin.hehe
Banyak tipe orang di sosial media sudah pernah saya hadapi saat bekerja. Dari yang nyinyir tanpa dasar, padahal ketemu langsung juga kagak pernah. Sampe yang berterimakasih akan hadirnya DT Peduli
Apalagi semenjak ramai-ramainya politik, sosial media sudah tidak ada lagi filter. Orang-orang sudah tidak ada lagi sopan santun dalam bersosial media. Tidak ada lagi yang menahan diri apakah itu sebaiknya dikomentari atau tidak. Apakah bahasa komentar kita menyakiti atau tidak. Hantam aja
Untuk itulah, saya sangat jarang posting di sosial media. Semua ini topeng. Ada yg posting foto di depan mobil dengan gaya seolah-olah itu mobil dia, padahal mah cuma nemu di parkiran. Ada yang posting berlibur di lokasi tertentu biar kekinian.
Memang niat itu hanya Allah yang paham, namun silahkan ditanyakan ke dalam hati kita masing-masing, pingin dapat like yang banyak kan? Untuk like yang banyak harus kekinian dong, harus modal dikit dong. Di situlah kita mulai memakai topeng di Sosmed
Untuk foto keluarga dan foto anak, hmm.. memang sekarang saya membatasi. Cukup kami yang menjalani moment ini, kami juga punya privasi. Sekarang cukup banyak lho pencurian identitas, dan juga cukup banyak lho kejahatan yang bermula dari info di sosial media.
Bijaklah dalam bersosial media. Saya aja jarang update di sosmed, padahal saya "digaji" buat ngelola sosmed.
Komentar